Manfaat Vitamin D Dalam Tubuh

Penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences tahun 2018 menemukan bahwa individu dengan obesitas dan tekanan darah tinggi cenderung memiliki kadar vitamin D dalam tubuh yang lebih rendah. Beberapa penelitian menyarankan bahwa vitamin D dapat membantu menurunkan tekanan darah. Saat tim peneliti memeriksa dampak vitamin D pada otak, mereka menemukan kemungkinan mekanisme tindakan yang dapat menjelaskan bagaimana kekurangan vitamin D dapat menyebabkan depresi. Juga didapat bukti bahwa meningkatkan kadar vitamin D bisa membantu meringankan gejala.

Antioksidan, anti-inflamasi dan modulator kekebalan, membantu tubuh memerangi Covid-19. Kurang tidur menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit protein yang dibutuhkan untuk melawan infeksi dan mengurangi aktivitas sel pembunuh alami dalam tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur tidak hanya kurang mampu melawan dan melawan infeksi setelah terkena virus, tetapi juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih darinya.

Apa yang ada di pikiran bila seseorang mengatakan tentang matahari dan laut? Kita mungkin membayangkan suatu tempat indah di area tropis dimana nyiur melambai dan ombak menyapu pasir keemasan di bawah kaki kita. Dua hal ini memang sangat baik untuk kesehatan jiwa, namun hanya sedikit orang yang sadar bahwa hal ini juga baik untuk kesehatan raga kita. Vitamin E memiliki sifat antioksidan yang baik untuk melawan serangan radikal bebas. Vitamin E ini juga bias di dapatkan dari makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, bayam, hingga biji bunga matahari.

Mengapa penting untuk mengkonsumsi vitamin D

Vitamin D dari sinar matahari atau makanan pada awalnya bersifat tidak aktif secara biologis. Sebelum ginjal dapat menghasilkan bentuk vitamin aktif secara biologis, yang dikenal sebagai kalsitriol, dan melepaskannya ke dalam darah, beberapa proses metabolisme harus dilakukan sebelumnya. Selain itu, banyak organ memiliki reseptor yang mengikat prekursor kalsitriol.

Yuk, biasakan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, hindari stres, dan istirahat yang cukup. Setelah menopause, kebanyakan wanita mengalami kenaikan berat badan sampai mereka mencapai usia 60-an. Ada bukti bahwa mengkonsumsi vitamin D dan suplemen kalsium dapat memperlambat penambahan berat badan itu. Penyakti a number of sclerosis merupakan jenis penyakit autoimun atau kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang justru menyerang tubuhnya sendiri. Penyakit ini dapat menyerang sistem saraf pusat yang meliputi otak, mata, serta tulang belakang.

Tugas vitamin D adalah untuk mengontrol jumlah kalsium dalam darah supaya tidak menjadi rendah maupun tinggi . Saat terjadi hipokalsemia, maka tulang akan mengeluarkan kalsium untuk membuat kadar kalsium dalam darah regular kembali. Sedangkan saat terjadi hiperkalsemia, kalsium berlebih di dalam tulang akan dikeluarkan tubuh melalui air kencing dan feses. Agar dapat tumbuh tinggi, maka ia sangat memerlukan cukup asupan vitamin D.

Selain itu, penelitian tersebut mengungkap vitamin D mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selama pandemi, kita sering mendapatkan anjuran dari kalangan kesehatan untuk berjemur. Paparan sinar matahari langsung sekitar 5-10 menit diyakini bisa meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh kita. Hal ini sangat berguna Kakek Merah FAFAFA untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tapi tidak bisa langsung membunuh virus korona. Kebanyakan orang sudah memiliki cukup vitamin D dalam aliran darahnya untuk kesehatan tulang yang baik. Bagi mereka yang ingin atau perlu meningkatkan asupan vitamin D, mengkonsumsi suplemen merupakan salah satu pilihan.

Meski bukan bahan utama untuk pembentukan jaringan atau sumber energi, vitamin tetap penting. Belum lagi, faktor pekerjaan juga dapat membuat orang kehilangan kesempatan untuk berjemur, misalnya pekerja kantoran yang harus berangkat dini hari dan pulang malam hari. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Hohenheim telah menemukan hubungan antara kekurangan vitamin D, penyakit tertentu sebelumnya, dan kasus COVID-19 yang parah. “Tapi asupan vitamin D tetap penting. Namun, bukan dalam rangka mengobati covid-19,” kata Zubairi dikutip dari Instagram @profesorzubairi, Selasa, thirteen Juli 2021.

Berjemur sinar matahari pagi menjadi makin populer sejak Covid-19 mewabah. Ya, manfaat sinar matahari pagi mampu membantu tubuh menciptakan vitamin D yang berfungsi salah satunya meningkatkan imun tubuh. Vitamin D berperan dalam memacu penyerapan kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Kedua mineral ini sangat penting untuk membantu membentuk jaringan tulang dan gigi janin. [newline]Kekurangan vitamin D saat hamil bisa membuat janin berisiko terkena penyakit rakitis, yaitu kelainan pertumbuhan tulang pada anak yang akibat kekurangan vitamin D. Rakitis dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh sehingga mudah patah. Di masa pandemi COVID-19, kita tak cuma mesti disiplin protokol kesehatan, tetapi juga menjaga daya tahan tubuh tetap optimum.

Bila tubuh kita tidak memiliki cukup vitamin D untuk menyerap kalsium, kalsium tulang akan diambil atau diserap, membuat tulang lemah, dan bisa menyebabkan patah tulang dan osteoporosis. Konsumsi vitamin D mampu mengurangi risiko terjadinya infeksi pernapasan. Hal ini tentunya penting untuk menjaga kesehatan tubuh di masa-masa pandemi saat ini. Vitamin ini diperlukan dalam proses perkembangan sel kekebalan tubuh yang berfungsi untuk memerangi inflamasi. Jika kekurangan nutrisi ini dapat menimbulkan risiko lebih tinggi, seperti mengalami berbagai infeksi dan penyakit, termasuk pneumonia.