Penyuluhan Peningkatan Kesadaran Dini Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Tegal Alur, Jakarta

Hal ini juga dapat mencegah penularan penyakit dari penumpukan bakteri pada sikat gigi. American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan bayi untuk mulai mendapatkan pemeriksaan di dokter gigi, pada usia 1 tahun, atau ketika gigi pertamanya muncul. Begitu gigi bayi muncul ke permukaan, mulailah merawatnya dengan membersihkannya.

Kecuali untuk kasus emergensi yang perlu tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan mencegah kecacatan lebih lanjut. Anda mungkin masih harus menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit dan membersihkan sela-sela gigi Anda, tetapi minum air sepanjang hari akan sangat membantu menjaga mulut Anda tetap bersih. Selain itu, minum air putih membantu membersihkan mulut Anda dan menyapu sisa makanan dan residu yang menyebabkan bakteri di rongga mulut. Batasi juga konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi agar terhindar dari segala kerusakan gigi. Terakhir, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi spesialis anak.

Secara best proses ini akan berlangsung terus menerus selama anak melakukan penghisapan ASI. Saat itulah, terjadi juga pengaktifan otot-otot daerah sekitar rongga mulut dengan baik. Inilah alasan kemampuan menghisap bayi sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang gigi dan rongga mulutnya. Produk ini juga mudah digenggam dan membersihkan hingga kebagian yang sulit dijangkau. Gagang sikat gigi ini juga sudah dirancang khusus sehingga tidak licin dan sesuai untuk tangan anak. “Untuk mencegahnya, setelah dikasih susu kemudian diberi minum air putih atau air hangat. Bisa juga dibersihkan atau dibilas gigi dan gusinya pakai air hangat,” katanya.

Sedangkan karang gigi yang menumpuk, dapat menyebabkan gigi terlihat kotor dan kuning, bau mulut tak sedap, gigi sensitif / ngilu), hingga gigi goyang dan lepas dengan sendirinya. Bukan hanya itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan kesehatan pada gigi dan mulut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, kesehatan gigi dan mulut penting untuk selalu dijaga.

Makanan seperti permen, soda, junk meals, dan makanan kemasan dapat menghasilkan asam dan membuatnya bertahan di mulut anak, menurut American Academy of Pediatric Dentistry . Berikut ini adalah tips yang bisa Mama lakukan untuk membantu anak menjaga kesehatan mulutnya. Biasanya, anak mulai bisa menyikat gigi sendiri di usia 7–8 tahun. Namun, setelah itu pun orang tua dianjurkan untuk tetap mendampingi anak menyikat gigi, baik di pagi hari maupun malam hari, sampai ia terbiasa melakukan langkah menyikat gigi yang benar. Adapun untuk anak usia 2 tahun ke bawah, pakai pasta gigi seukuran biji beras. Lakukan pemeriksaan k dokter gigi ketika anak berusia satu tahun untuk mengetahui kondisi gigi anak.

Cara menjaga kebersihan gigi anak

Program Kesehatan Mulut Nasional mencatat bahwa 95 persen orang dewasa menderita penyakit gusi dan 50 persen warga tidak menggunakan sikat gigi. Sehingga hal tersebut sangatlah penting untuk menjaga kesehatan gusi dan gigi agar terhindar dari masalah mulut yang menyakitkan. Para peneliti di American Academy of Pediatrics menyarankan para orangtua agar menggunakan pasta gigi berfluorida untuk anak sejakmereka tumbuh gigi. Selalu dampingi Si kecil saat menggosok gigi, untuk memastikan apakah ia sudah melakukannya dengan benar atau belum. Sebaiknya, Anda yang menyikatkan giginya, sampai ia bisa bisa menyikat gigi sendiri, yaitu sekitar usia enam tahun. Flossing tidak hanya bertujuan untuk mengeluarkan sisa makanan yang tersangkut di gigi, tetapi juga untuk mengurangi plak dan peradangan di gigi.

Kalender tersebut bisa berupa kolom-kolom yang dapat dicentang oleh si Kecil. Mengajarkan anak tentang pentingnya memelihara kesehatan dan kebersihan mulut penting untuk dilakukan orang tua, apalagi jika Si Kecil berusia 6–12 tahun. Anak usia ini umumnya sudah mulai gemar jajan aneka jenis makanan di sekolahnya. Gunakan sikat gigi khusus anak dengan kepala kecil dan pegangan yang cocok untuk tangan. Perawatan gigi anak yang baik akan menunjang perkembangan rahangnya, membantunya untuk mengunyah dan berbicara, meningkatkan percaya diri karena memiliki gigi yang sehat, serta mencegah gigi berlubang. Kebiasaan baik yang mulai ditanamkan sejak dini untuk menjaga kesehatan gigi dapat membantu anak-anak terhindar dari gangguan atau penyakit yang menyerang gigi di masa mendatang.

Bayi dengan ibu yang mengalami gigi berlubang akan berisiko terinfeksi pula oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang pada ibunya di kehidupan pertamanya. Anak dengan ibu yang memiliki gigi berlubang berulang berisiko untuk mengalami gigi berlubang di bawah usia 5 tahun. Pemeriksaan Gigi Secara TeraturPerawatan gigi anak sehari-hari harus dibarengi dengan pemeriksaan gigi anak secara teratur. Perhatikan apakah pada gigi anak muncul plak berwarna coklat atau hitam, dan bawalah anak ke dokter gigi bila Bunda menemukan hal ini. Bila tidak ada masalah pada gigi, bawa anak-anak ke dokter gigi minimal 1 tahun sekali untuk pengecekan rutin. Sejak usia 1 tahun, Bunda bisa membiasakan untuk mengajak anak mengunjungi dokter gigi.